Sabtu, 22 Februari 2014

MASJID ATTAQWA BALIKPAPAN, KEIKHLASAN PENGELOLA


tampak Depan Masjid
Dalam kunjungan ke kota Balikpapan akhir November 2013, Bapak Widya Sananda sempat mengunjungi Masjid Agung At-Taqwa Balikpapan di Jalan Jenderal Sudirman yang letaknya sejajar dengan Taman Bekupai kota Balikpapan.

Setelah shalat ashar penulis telah berjumpa dan berdialog dengan beberapa pengurus masjid, adanya penjelasan yang penuh historis tentang keberadaan masjid dan pengelolaannya dengan kondisi saat itu patut kiranya diberikan apresiasi terhadap Para Pengurus masjid tersebut.


Masjid At-Taqwa Balikpapan yang awalnya didirikan ditepi pantai yang sekarang dikenal “Pasar Klandasan Ulu” Kecamatan Balikpapan Kota, dibangun pada tahun 1940an merupakan suatu tempat ibadah muslim di kota Balikpapan.

Pendiri awal masjid At-Taqwa merupakan beberapa masyarakat yang beragama Islam yang tinggal di sekitar kota Balikpapan, antara lain Habib Ghasim Bahasim, Habib Ali Assegaf, H. Abdul Malik, H. Kiai Kintang, H. Bahrum, H. Abdul Ghani, H. Abdul Ramli, H. Sulaiman, H. Asnawi Arbain, H. Tharmiji Abbas, H. Abdul Hasan dan lainnya, sebagaimana yang ditulis oleh pengurus masjid saat berjumpa dengan penulis. Namun pada waktu perang dunia ke-2 (1946) masjid sempat dibom tentara sekutu dan bangunannyapun luluh lantak .

Akibat porak-porandanya bangunan masjid tersebut, maka dengan inisiatif masyarakat kota Balikpapan pada tahun 1950 dibangun kembali bangunan masjid, namun untuk menghindari terjadinya abrasi pantai lokasinya dipindahkan ke wilayah daratan sebelah utara yang jaraknya beberapa ratus meter didepannya, sebagaimana letaknya seperti sekarang ini dengan nama Masjid Jami At-Taqwa Balikpapan.

Pada tahun 1970an dan tahun 1990 Masjid At-Taqwa dilakukan renovasi sehingga semula bernama Masjid Jami berubah menjadi Masjid Agung At-Taqwa Balikpapan. Selanjutnya dengan upaya pengurus masjid membentuk Panitia Pembangunan Masjid pada tahun 2004 dengan pimpinan H.M. Roem Arbain, H. Amirullah Usman, H. Muhammad Idrus, H.M. Yususf Sabran dan lainnya, telah mendirikan bangunan  masjid yang megah dengan area bangunan yang diperluas dan dipercantik seperti yang tampak megah berdiri saat ini.

Disaat penulis melaksanakan ibadah sholat dzuhur dan ashar di Masjid yang megah ini, terasa kenikmatan kenyamanan melakukan ibadah didalam masjid, dikarenakan luas masjid dan interior yang megah, diiringi dengan disain bangunan yang memberikan ruang udara yang baik melalui ventilasi jendela yang besar, terasa ingin berlama-lama berada didalam ruang masjid ini, tanpa terasa pelaksanaan ibadahpun semakin khusyu. SubhanAllah wa bi hamdi.
“Barang siapa membangun masjid untuk Allah karena mengharap ridhaNya, maka Allah akan membangunkan untuknya bangunan seperti masjid yang dibangun di syurga.” (H.R. Ahmad)

Kemegahan Masjid Agung At-Taqwa akan tampak bila berjalan menyusuri jalan Jenderal Sudirman kota Balikpapan, dengan luas masjid sekitar 5.268 m2 yang terdiri dari 3 lantai bangunan serta adanya selasar yang cukup luas, sehingga dapat menampung sekitar 3.800 jamaah lebih. Adanya halaman penunjang dan taman yang cukup asri, disertai adanya beberapa bangunan penunjang seperti lapangan parkir yang luas, ruang sekretariat dan beberapa bangunan tempat aktifitas pendidikan dan pembelajaran, telah memberikan kesan tersendiri dan menjadikan penulis kagum akan masjid ini.

Pengurus Masjid At-Taqwa Kota Balikpapan silih berganti, untuk periode 2012 - 2015 Pengurus Masjid adalah H. Suwandi, H. Syahrani, H. Ramli Abbas dan lainnya. "Saat ini pengurus mempunyai suatu rencana kerja untuk lebih meningkatkan kualitas ibadah melalui pemeliharaan dan perbaikan beberapa tempat agar Masjid At-Taqwa semakin indah dan nyaman bagi pengunjung yang akan melaksanakan ibadah di masjid ini", demikian dikatakan salah seorang pengurus masjid kepada penulis.

Saat mengelilingi area masjid, penulis semakin kagum terhadap rancangan dan tata kelola pengurus masjid, banyak hal yang membuat penulis perlu memberikan apresiasi terhadap Pengelola Masjid Agung At-taqwa Balikpapan ini, terutama adalah dengan dibangunnya beberapa lembaga pendidikan terutama TK TPA yang letaknya dibelakang mimbar masjid, telah membuat penulis terkagum dan terharu, di lembaga pendidikan ini siswa diajarkan bagaimana bisa membaca dan memahami Al-Qur’an yang dibimbing oleh beberapa orang Guru yang kami lihat penuh dengan keikhlasan dan kesabaran.

Keharuan semakin terasa saat penulis berbincang dengan beberapa Guru pembimbing TK TPA Masjid At-Taqwa ini, dengan dedikasi tinggi mereka telah membimbing siswa dengan sabar dan penuh keilkhlasan, setiap siswa yang belajar hanya dikenai dana bimbingan sebesar Rp. 50.000,- persiswa setiap bulan bahkan sebagian dibebaskan dari biaya karena dari keluarga tidak mampu, dengan jumlah siswa yang ada berbanding jumlah pembimbing honorarium yang mereka terima tidaklah sebanding dengan pengabdian mereka. Namun dari peninjauan penulis sebagian siswa adalah terdiri dari keluarga mampu yang diantar jemput dengan kendaraan mobil, namun pengelola TK TPA tetap memberikan bimbingan yang sama.


Penulis dapat merasakan betapa besar pengabdian dari pembimbing TK TPA ini, bila dibandingkan dengan pembimbing yang sama di Jakarta pada beberapa sekolah yang penulis ketahui, sangatlah berbeda tingkat pengabdian yang mereka lakukan, terutama bila dikaitkan dengan honorarium yang diperoleh. Bahkan prestasi dari TK TPA Masjid At-Taqwa ini tidaklah kalah dari TPA yang ada di kota besar lainnya, yaitu pernah menjadi juara umum lomba baca Al-Qur’an tingkat SD-TPA se Balikpapan Tahun 2011.

Allah Maha Besar, Maha Pengasih dan Maha Penyayang, saat berdialog dengan salah satu pembimbing penulis sempat menitikkan air mata, dikatakan bahwa terdapat Pembimbing yang baru saja pulang pergi haji ke Mekkah dengan menggunakan ONH Plus dan dibiayai sepenuhnya oleh orangtua siswa yang dibimbingnya, sedangkan biaya ONH Plus yang penulis ketahui adalah sekitar U$ 8500 dan bila dikalikan dengan nilai rupiah hampir mendekati angka Rp. 100 juta. SubhanaAllah.  
“Fabiayyi ‘ala i Rabbikuma tukadziban...”

Tak terbayangkan seorang yang sederhana namun dengan keikhlasan dan hanya mengharap ridho Allah dalam memberikan bimbingan membaca Al-Qur’an, telah diberikan anugerah Illahi dapat berkunjung ke Mekkah Rumah Allah dengan perjalanan yang istimewa dan tidak mengeluarkan biaya apapun, inilah rahmat Allah Yang Maha Pemurah yang telah membuat penulis terharu terhadap bentuk keikhlasan dan kemurahan hati orangtua siswa TK TPA.
Semoga Allah Yang Maha Kuasa melimpahkan rezeki yang berlimpah kepada orangtua yang telah memberikan sebagian rezekinya untuk memberangkatkan haji Pembimbing tersebut.

Saat berdialog dengan rasa keharuan, dikatakan oleh pembimbing tersebut bahwa ini merupakan suatu kejadian ini tidak akan pernah terpikirkan olehnya, para pembimbing disini bekerja semata-mata keikhlasan dan memohon ridha Allah, mereka tidak terpikirkan untuk mendapatkan imbalan lainnya kecuali apa yang mereka peroleh dari pengelola,  prinsip mereka apabila memang dalam perjalanan pemberian bimbingan terdapat pembimbing yang merasa tidak tercukupi dari honorarium yang diterima dipersilahkan untuk mencari di luar kegiatan yang ada.
Namun Allah Yang Maha SegalaNya telah memberikan karuniaNya kepada yang dipilihNya terhadap siapa saja yang mempunyai keikhlasan dalam membimbing untuk menjadikan dapat membaca Al-Qur’an akan diberikan suatu kenikmatan baik di dunia maupun di Akhirat, Janji Allah adalah Pasti.
“Innaka la tukhliful mi’ad”.

Dalam lingkungan Masjid Agung At-Taqwa Balikpapan juga terdapat makam pendiri pertama masjid tampak ter-urus dengan asri, letaknya berdekatan dengan Gedung TK-TPA. Disebelah kiri makam saat penulis berjalan tampak adanya garasi mobil jenazah yang bisa digunakan oleh keluarga jamaah masjid tanpa biaya apapun. Pada bagian depan masjid disamping sebelah kiri terdapat bangunan dua lantai yang diperuntukan kegiatan pendidikan Madrasah Diniyyah Plus pada lantai atas, yang sebagian siswanya adalah dari keluarga kurang mampu sehingga dibebaskan dari biaya, sedangkan pada lantai bawah diperuntukan ruang Pos Kesehatan, sebagai kegiatan amal membantu kesehatan masyarakat dan jamaah masjid.

Pengurus Masjid juga menjelaskan pada bangunan masjid di bagian basemant terdapat ruangan yang luas yang bisa digunakan untuk kegiatan yang bersifat ibadah, seperti pengajian ataupun ceramah keagamaan, bahkan untuk acara akad nikah bisa dilakukan namun untuk kegiatan resepsi pernikahan sampai saat penulis berdialog tidak boleh dilakukan, dikarenakan hal tersebut bisa merubah tujuan dari pengelolaan masjid yang sifatnya ibadah, dikatakan oleh salah seorang Pengurus Masjid.

SubhanaAllah alangkah mulia pengelola masjid dalam hati penulis, disaat kondisi ini masih terdapat pengurus masjid yang bertahan dengan fungsi masjid sebenarnya, karena penulis melihat pada beberapa pengurus masjid saat ini terdapat yang berkeinginan membangun suatu ruang besar di area masjid yang bisa digunakan juga untuk acara resepsi..
Semoga Allah Yang Maha ‘Adzim memberikan hidayahNya pahala yang berlimpah kepada Pengurus masjid Agung At-taqwa Balikpapan.

Dengan keindahan seni ukir dan ornamen yang terdapat pada bangunan Masjid Agung At-Taqwa Balikpapan telah memberikan kesan tersendiri bagi pengunjung masjid yang akan melakukan ibadah.
Semoga perjalanan mengunjungi masjid yang terletak di jalan Jenderal Sudirman Balikpapan, bersebelahan dengan gedung BRI Balikpapan dan persis berhadapan dengan “Pasar Klandasan” yang mempunyai pemandangan laut kota Balikpapan yang indah, dapat menjadikan suatu literatur bagi pembaca yang beragama Islam untuk bisa berkunjung kesana.

“Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari akhirat, serta tetap menunaikan shalat, mengeluarkan zakat dan tidak takut kepada siapapun selain kepada Allah, maka merelah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Al Quran, Attaubah:18)



MASJID AGUNG AT-TAQWA, KOTA BALIKPAPAN


WiNanda-0214

Kamis, 13 Februari 2014

MENGENANG WAFATNYA KH. ISMAEL HASSAN SH.


MENGENANG SATU TAHUN WAFATNYA KH. ISMAEL HASSAN SH.,
AYAHANDA DAN GURUKU


Saat ini 13 Februari 2014 adalah waktu bersejarah bagi kami, tak terasa satu tahun Buya KH. Ismael Hassan SH, wafat dan dimakamkan di di Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Kalibata Jakarta, pada tanggal 13 Februari 2013 satu tahun yang lalu, Buya menghembuskan nafas terakhir dihadapan keluarga dan sahabat, baik dari kalangan umum maupun pendidikan yang pada akhir kehidupan merupakan tempat menghabiskan waktu kesehariannya.

Buya KH. Ismael Hassan SH., menderita sakit penyempitan arteri pada kedua kakinya sejak tahun 2006, namun semua tidaklah banyak diketahui keluarga dan sahabatnya, Buya masih tetap menjalankan aktifitas keseharian dengan amanah, sampai waktunya di pagi hari saat menjelang adzan shubuh berkumandang tanggal 13 Februari 2013 beliau masuk kamar operasi dan sekitar jam 06.00 pagi Buya keluar kamar operasi dengan mengucapkan syukur kepada Illahi Rabbi dan memberikan senyum teduhnya, kemudian memasuki ruang ICCU Rumah Sakit OMNI Pulomas.

Disaat matahari pagi memancarkan sinar tanggal 13 Februari, segenap keluarga dan sahabat mulai berkunjung menjenguk Buya untuk berjumpa dengan orang yang mereka cintai, Buya tampak tegar menerima kedatangan tamunya bahkan masih sempat memberikan beberapa wejangan sebagaimana layaknya Buya dikala sehat, sampai saat setelah adzan dzuhur berkumandang kondisi Buya mulai menurun, akhirnya beberapa saat setelah adzan isya berkumandang beliau dipanggil menghadap Allah Tuhan Yang Maha Pencipta. InnalIllahi Wa inna Ilaihi rojiun.

Perjalanan hidup Buya KH. Ismael Hassan SH., yang penuh suka dan duka telah memberikan banyak arti untuk memahami dan merenungkan betapa perjalanan hidup seseorang perlu diisi kebaikan dan manfaat bagi sesamanya. Buya telah banyak memberikan contoh dan panutan yang baik, gambaran perjalanan hidup dari seorang yang sederhana, pejuang kemerdekaan Negara Republik Indonesia, Pejuang Pendidikan Berkarakter  sampai menjadi seorang Tokoh Nasional.

Diakhir kehidupan Buya, mulai dari sakit yang dideritanya telah memberikan contoh suatu pendidikan dan pelajaran mengenai keikhlasan seseorang dan juga bagaimana kesiapan untuk menggapai ridho Illahi dalam hembusan nafas terakhir, disaat malaikat diperintahkan oleh Allah Subhanahu wata ’Alla untuk menjemputnya, kepasrahan karena ikhlas dan keindahan disaat menjelang wafat Buya Ismael Hassan SH dapat dijadikan suatu pelajaran bagi keluarga dan sahabat yang ditinggalkan.  

Buya KH. Ismael Hassan SH. Dilahirkan tanggal 20 Juni 1926 Masehi, di suatu desa terpencil  di kaki Gunung Kelabu Kanagarian Simpang Tonang, Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Daerah yang terletak dibelantara Rimba Panti, hutan rimbun dalam deretan Bukit Barisan Sumatera, sekitar 130 km arah utara kota Bukittinggi.

Dirumah yang sederhana di dekat areal persawahan, dalam kehidupan yang serba sederhana Buya dilahirkan dari orangtua Hasan Pinto Kari bin H. Moh. Nur seorang Guru Mengaji dan juga merupakan Tukang Kayu didaerah itu, dengan ibunda Siti Fatimah binti Tuangku Mudo seorang ibu yang sangat mencintai kehidupan keluarga dan anak-anaknya, Buya merupakan anak ke-11 dari 12 bersaudara, 3 orang saudara Buya meninggal dunia saat masih balita.

Kesembilan saudara Buya terdiri dari 3 wanita dan 6 laki-laki, jumlah yang sama dengan cucu langsung Buya 3 wanita dan 6 laki-laki. Adapun saudara Buya adalah, Marahindi Hasan, Sjihabudin Hasan, Nursidah Hasan, Mohamad Arif Hasan, Abdul Malik Hasan, Rohana Hasan, Abdul Muis Hasan, Ismael Hassan, Rakiyah Hasan, enam orang diantaranya adalah berprofesi sebagai Guru Agama, saat ini seluruh keluarga beliau telah berpulang kerahmatullah.

KH. Ismael Hassan SH, beliau biasa dipanggil dengan sebutan Papi, Ayahanda, Kakek, Angku, Buya, bahkan Presiden Soeharto semasa hidupnya menyebut beliau Pak Kiayi, telah menghadap keharibaan Allah Yang Maha Pencipta, pada tanggal 13 Februari 2013 jam 19.55 WIB (berdasarkan waktu kedokteran) di RS OMNI Pulomas, dimakamkan keesokan harinya di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata tanggal 14 Februari 2013 jam 11.55 WIB.

KH. Ismael Hassan SH., wafat meninggalkan istri Hj. Anida Dahar binti H.M. Dahar yang juga putri dari seorang Guru Agama dengan mempunyai 3 orang putra dan 9 cucu, Buya dimakamkan dengan upacara militer, dimulai dari rumah duka Jalan Pulomas Kayu Putih, Jakarta Timur, dishalatkan di Masjid Baabut Taubah Pulomas, masjid yang awalnya adalah sumbangan Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila (YABMP) sebuah masjid ukuran terbesar yang pertama kali dibuat oleh YABMP dan itupun bisa dibangun dengan upaya Buya yang bertemu langsung dengan Ketua YABMP Presiden Soeharto kala itu.

Saat pelaksanaan shalat jenazah yang dihadiri keluarga dan sahabat beliau, serta para siswa, guru dan orangtua murid dari Yayasan Pendidikan Attaubah Pulomas, Al-Azhar Rawamangun, Nurul Iman Jatinegara dan pelayat lainnya yang tidak dapat disebutkan satu-persatu, memenuhi areal Masjid Baabut Taubah Pulomas, sambutan keluarga disampaikan oleh putra beliau Widya Sananda, dan sambutan dari Bapak Eddy Ruchiyat Shoheh Ketua Pembina Yayasan Masjid Pulomas, serta Bapak Hariry Hadi Ketua Pembina YPI dan Yayasan Al-Azhar.

Langit yang semula cerah saat pelaksanaan shalat jenazah Buya seketika berubah mendung, setelah usai shalat dilakukan upacara penyerahan jasad Buya sebagai pejuang kemerdekaan yang memperoleh Bintang Gerilya untuk diserahkan kepada Negara guna dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Kalibata.

Saat terjadinya penyerahan jasad beliau yang diserahkan langsung oleh putra kedua beliau Widya Sananda kepada Negara, turun hujan dengan deras seakan mengiringi perpisahan Buya dengan masjid dan lokasi lembaga pendidikan At-Taubah tempat terakhir Buya melakukan aktifitas kesehariannya, diantara turunnya hujan jasad beliau dimasukan dalam mobil jenazah yang dilanjutkan pemakamannya di Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Kalibata oleh TNI, dikarenakan beliau merupakan pejuang Kemerdekaan pada wilayah Teritorial Front Sumatera.

Langit yang cerah tetapi tidak terlalu terik dengan disertai angin semilir yang sangat kontras dengan saat penyerahan jenazah di Masjid Pulomas, telah menyambut kedatangan jasad Buya KH. Ismael Hassan SH., di areal pemakaman TMPN Kalibata dan saat dikeluarkan dan dijalankan dari mobil jenazah jasad Buya disambut barisan siswa, Guru dan Orangtua murid Yayasan Asrama dan Pendidikan Islam (YAPI) Al-Azhar Rawamangun,  pada detik-detik memasuki areal pemakaman dengan kondisi langit yang tidak terlalu terik matahari bahkan suasana terasa sejuk, terdengar suara adzan Dzuhur dari Masjid didekat TMPN Kalibata, yang tak sengaja mengiringi pemakaman jasad beliau, terasa suasana khidmat dan sejuk sebagaimana keinginan beliau disaat menjelang Allah Yang Maha Kuasa memerintah malaikat menjemputnya.

Allah Maha Besar dengan segala kehendakNya banyak keinginan Buya dikabulkanNya, letak makam Buya KH. Ismael Hassan SH., dimakamkan persis bersebelahan dengan makam H. Tarmizi Taher mantan Menteri Agama wafat satu hari sebelum beliau, merupakan sahabat, rekan perjuangan dan juga merupakan Pembina YPI Al-Azhar, serta beberapa sahabat perjuangan tampak dimakamkan disekitar tempat pemakaman Buya.

Setelah jasad beliau dimakamkan Bapak A.M. Fatwa yang juga sahabat beliau dalam sambutannya mengatakan “KH. Ismael Hassan SH., merupakan pejuang yang tidak pernah menyerah, sebagai pejuang dalam kemerdekaan Negara Republik Indonesia juga Pejuang Pendidikan, kita telah kehilangan putra terbaik yang selalu amanah dalam melaksanakan tugas, arif dan bijaksana. Semoga Allah Yang Maha Pemurah menjaga dan memberikan tempat terbaik kepada beliau dialam kuburnya”.

KH. Ismael Hassan SH., telah wafat dan beliau diberikan tempat pemakaman sesuai keinginan beliau, di pemakaman yang terjaga asri, depan taman, dekat para sahabat dan dekat masjid yang selalu mengumandangkan adzan disaat menjelang sholat. 

Yaa ayyatuhaa (al)nnafsu (al)muthma-innah, irji”ii ilaa Rabbika raadiyatan mardhiyyah, fa(u)dkhulii fii ‘ibaadii, wa(u)dkhulii jannatii.
Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas dan di ridhai, lalu masuklah ke dalam jamaah hamba-hambaKu, dan masuklah ke dalam surgaKu. (QS:89 ayat 27-30).

Selamat jalan Papi, Ayahanda, Kakek, Angku, Buya KH. Ismael Hassan SH., amal dan ajaran Buya telah memberikan banyak manfaat dalam kehidupan kami dan merupakan contoh untuk dapat kami jadikan sebagai suri tauladan. Semoga Allah senantiasa memberikan hidayahNya, melipatgandakan amal kebaikan dan amal karya bakti semasa hidup Buya, menjadikan Buya termasuk golongan khusnul khatimah dan InsyaAllah memperoleh rumah terbaik disyurga, Amin. InnalIllahi Wa inna Ilaihi rojiun. 

"Allahumma Anta Robbii laa Ilaaha illa Anta, kholaqtanii wa ana 'Abduka, wa ana 'ala 'Ahdika, wa wa'dika mastatho'tu, A'udzu bika min syarri maa shana'tu, Abuu-u laka bini'matika 'Alayya, wa Abuu-u bi dzanbii, faghfirlii fainnahuua-laa yaghfirudz-dzunuuba Illa Anta."


WiNanda.13021014

Rabu, 25 Desember 2013

KPKNL SINGKAWANG LAKSANAKAN SOSIALISASI PMK 106/2013

KPKNL SINGKAWANG MELAKSANAKAN SOSIALISASI PMK 106/PMK.06/2013.

KPKNL Singkawang menyelenggarakan Sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan RI tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang Nomor 106/PMK.06/2013 dan Nomor 93/PMK.06/2010, bertempat di Ruang Pertemuan Dangau Hotel and Resort-Singkawang, Kamis 12 Desember 2013.
Acara dibuka oleh Bapak Anugrah Komara selaku Kepala Kantor Wilayah DJKN Kalimantan Barat, yang dalam sambutannya mengatakan bahwa pentingnya dilaksanakan kegiatan sosialisasi ini, untuk memberikan informasi yang benar terkait perkembangan dan inovasi pelaksanaan lelang terutama dengan ditetapkannya lelang melalui email, kotak pos dan internet, sehingga siapa saja dapat ikut serta dalam pelaksanaan lelang yang dilakukan sesuai ketentuan yang ditetapkan Pemerintah.

Peraturan PMK 106/PMK.06/2013 adalah menyempurnakan peraturan pelaksanaan lelang yang ada yaitu PMK 93/PMK.06/2010, antara lain memuat adanya Ketentuan Lelang berdasarkan Pasal 6 UUHT dengan nilai limit paling sedikit Rp. 300juta, maka nilai limitnya harus ditetapkan oleh penjual berdasarkan penilaian dari pejabat Penilai. Selain itu, dengan dihapuskannya dispensasi terkait tempat dan waktu lelang yang memberikan kepastian mengenai pelaksanaan lelang, serta adanya Garansi Bank sebagai jaminan penawaran lelang merupakan suatu inovasi pelaksanaan lelang yang dilakukan oleh DJKN, demikian lebih lanjut dikatakan Bapak Anugrah Komara.

Acara yang dimulai pukul 09.00 pagi dan berakhir pukul 13.00 WIB., diikuti oleh peserta yang terdiri dari satuan kerja dalam lingkungan KPKNL Singkawang, hadir dalam acara ini antara lain dari unsur Kepolisian, Kejaksanaan, Pengadilan, perwakilan Kementerian/Lembaga, Pemda, unsur Perbankan serta BUMN yang berasal dari unit kerja Kabupaten Sambas, Kabupaten Bangkayang dan Kota Singkawang.
  
Bapak Widya Sananda, Kepala Bidang Lelang Kanwil DJKN Kalimantan Barat, selaku Nara Sumber menjelaskan keseluruhan perubahan yang terdapat pada PMK 106/PMK.06/2013 tentang Perubahan PMK 93/PMK.06/2010 tentang Pelaksanaan Lelang, sehingga peserta Sosialisasi dapat memperoleh gambaran yang jelas terkait adanya beberapa perubahan serta perkembangan dan inovasi dari diterbitkannya peraturan pelaksanaan lelang yang baru.

Lebih lanjut Bapak Widya Sananda menyampaikan, bahwa Perubahan yang ditetapkan pada PMK 106/2013 ini, selain yang telah disampaikan Bapak Anugrah Komara Kepala Kanwil DJKN Kalbar, juga memuat antara lain terkait Lelang Pasal 6 UUHT seperti pengajuan gugatan, adanya penaksir atau penilai untuk menetapkan harga limit barang, penghapusan dispensasi tempat dan waktu lelang.

Sedangkan perkembangan dan inovasi lelang pada peraturan ini, telah ditetapkan adanya ketentuan terkait lelang melalui email, internet dan tromol pos yang memberikan akses lebih luas bagi peserta lelang tanpa batas wilayah bahkan seluruh dunia, serta adanya ketentuan Garansi Bank untuk menjamin kepastian peserta lelang, demikian disampaikan Bapak Widya Sananda.

Terkait Inovasi pelaksanaan lelang melalui internet, telah pula diinformasikan oleh Bapak Widya Sananda mengenai tata cara pelaksanaan lelang melalui internet, sebagaimana yang telah dilakukan oleh DJKN pada lelang internet yang dilaksanakan oleh KPKNL Jakarta V beberapa hari yang lalu.

Pada sesi kedua telah pula disampaikan Sosialisasi Petunjuk Pelaksanaan Lelang, disampaikan oleh Penyaji  Bapak Ahmad Fanani, Kepala Seksi Lelang KPKNL Singkawang. Peserta Sosialisasi telah diberikan informasi secara detail terkait manfaat penjualan melalui lelang, adanya persyaratan pelaksanaan lelang terkait dokumen dan pengumuman lelang yang menjadi kelengkapan dari ketentuan lelang, serta tatacara penetapan nilai limit oleh penjual, penawaran lelang, penunjukan dan waktu pelunasan sebagai pemenang lelang.

Pada sesi tanya jawab dengan moderator Bapak  Agus Dwi Martono, telah memberikan kesempatan untuk bertanya kepada Nara Sumber dan Penyaji, antara lain adanya pertanyaan mengenai rencana pelaksanaan lelang kendaraan rampasan ex Malaysia yang telah terjadi dalam wilayah Kalimantan Barat yang disampaikan oleh peserta sosialisasi dan juga dari satker Kepolisian.

Widya Sananda selaku Nara Sumber, telah memberikan penjelasan terkait problematika untuk dapat dilakukannya lelang terhadap barang rampasan tersebut, yang selanjutnya diperlukan adanya koordinasi terlebih dahulu dengan Polda Kalbar, karena sesuai informasi terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan dan kehati-hatian dalam hal kendaraan ex Malaysia ini.

Terkait lelang inventaris Pemda yang dimintakan penjelasan oleh peserta dari unsur Pemda, dijelaskan Bapak Widya Sananda, bahwa apabila kita melihat pada Permendagri Nomor 17 Tahun 2007 pasal 61 ayat (2) dijelaskan bahwa penjualan BMD dilakukan secara lelang, kecuali dalam hal tertentu, yaitu dinyatakan pada ayat (3) , pengecualian hanya untuk kendaraan perorangan dinas Pejabat Negara, rumah golongan III dan BMD lainnya yang ditetapkan oleh pengelola.

Bapak Widya Sananda juga menjelaskan, bahwa UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara pada pasal 48 ayat 1 dan juga PP 38 Tahun 2008 tentang Perubahan atas PP Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan BMN/D pada pasal 51, dinyatakan bahwa penjualan Barang Milik Negara/Daerah dilakukan dengan lelang, dihadapan Pejabat Lelang.

Untuk pelaksanaan penghapusan dan penjualan BMD perlu kiranya dilakukan koordinasi lebih lanjut antara Pemda dan DJKN mewakili unsur Kementerian Keuangan, agar terdapat pemahaman yang sama terkait BMD yang dihapuskan untuk dijual dengan alasan sebagaimana Permendagri 17 Tahun 2007 pasal 61 yaitu secara ekonomis lebih menguntungkan bagi daerah apabila dijual, demikian Bapak Widya Sananda selaku Nara Sumber menjelaskan lebih lanjut.

Acara Sosialisasi ditutup secara resmi oleh Kepala KPKNL Singkawang Bapak Sudjarwo, yang dalam sambutannya menyatakan apresiasi dan terimakasih kepada seluruh peserta sosialisasi yang semula diperkirakan hanya sekitar 60 peserta, namun ternyata kehadiran seluruh peserta lebih dari 80 orang, hal ini membuktikan bahwa stakeholders terutama satuan kerja yang menggunakan jasa lelang yang selama ini dilakukan KPKNL Singkawang, mempunyai minat dan perhatian yang tinggi untuk mengetahui secara jelas akan adanya perkembangan dan inovasi lelang yang tercantum dalam PMK 106/PMK.06/2013.

Dikatakan pula, bahwa Pejabat Lelang adalah pejabat independen yang profesional dan tidak dapat dipengaruhi oleh siapapun untuk menetapkan dan menentukan pemenang lelang, selain itu pelaksanaan lelang yang dilaksanakan oleh KPKNL Singkawang selama ini dapat diikuti oleh siapapun, terbuka untuk umum selama memenuhi persyaratan sebagaimana yang ditetapkan sesuai peraturan mengenai pelaksanaan lelang, demikian dinyatakan Bapak Sujarwo.

Sebelum menutup acara Sosialisasi Bapak Sujarwo menyampaikan, bahwa KPKNL Singkawang akan melayani dengan senang hati segala apa yang menjadi keluhan atau pemberian informasi terkait pelaksanaan lelang kepada siapapun, selama jam kerja di KPKNL Singkawang dan tidak dipungut biaya apapun, ini sebagai bentuk transparansi dan pelayanan publik yang telah ditetapkan oleh DJKN.



The only ones among you who will be really happy are those who will have sought and found how to serve. (Albert Schweitzer)



WiNanda-2013.

Selasa, 24 Desember 2013

DJKN KANWIL KALBAR KOORDINASI PT PEGADAIAN

KOORDINASI KANWIL DJKN KALBAR DENGAN PT PEGADAIAN.

Kepala Bidang Lelang Kantor Wilayah (Kanwil) DJKN Kalimantan Barat (Kalbar) Bapak Widya Sananda, melakukan koordinasi dengan Pimpinan Wilayah PT Pegadaian (persero) Wilayah V Kalimantan di Balikpapan pada tanggal 27-29 November 2013.

Kegiatan Koordinasi yang dilakukan adalah dalam rangka melakukan implementasi Nota Kesepahaman DJKN dengan Perum Pegadaian (sekarang menjadi PT Pegadaian persero) Nomor: PRJ-01/KN/2011 dan Nomor: 62/SP.300233/2011 yang ditandatangani pada tanggal 27 Januari 2011.

Koordinasi adalah merupakan kegiatan yang sangat penting pada manajemen organisasi, jelasnya melalui upaya koordinasi akan dapat meluruskan suatu informasi menjadi suatu aksi tindakan yang sama dan sejalan dengan apa yang diharapkan sebagai tujuan organisasi. Dalam kamus manajemen organisasi pentingnya kegiatan koordinasi dinyatakan oleh GR. Terry, bahwa Koordinasi merupakan suatu usaha yang teratur dengan mengarahkan pelaksanaan kegiatan untuk menghasilkan suatu tindakan yang seragam dan harmonis untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan.
 
Adapun koordinasi yang dilakukan oleh Kanwil DJKN Kalbar, dengan menugaskan Bapak Widya Sananda selaku Kepala Bidang lelang dan Ibu R. Nuning Budiarti, adalah sebagai upaya dari Kanwil DJKN Kalbar untuk melaksanakan persamaan persepsi terhadap penatausahaan dan pelaporan Hasil Bea Lelang antara Kanwil DJKN Kalimantan Barat dengan Kanwil PT Pegadaian (persero) Wilayah V Kalimantan di Balikpapan, sekaligus melaksanakan sinergi, sinkronisasi serta rekonsiliasi terhadap instansi PT Pegadaian (persero) terkait data Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Hasil Bea Lelang dari pelaksanaan lelang yang dilakukan oleh PT Pegadaian (persero) dalam wilayah kerja Kanwil DJKN Kalbar.

Sebelum pelaksanaan kegiatan koordinasi ini, Bidang Lelang Kanwil Kalbar telah melakukan pelaksanaan Rekapitulasi Data Hasil Bea lelang Pegadaian yang telah dilaporkan oleh Seksi Lelang KPKNL Pontianak dan Singkawang,  dengan melihat dari Rekapitulasi Data Hasil Bea lelang Pegadaian yang telah dihimpun oleh Bendahara masing-masing KPKNL.

Selain itu, Kepala Bidang Lelang Kanwil DJKN Kalbar telah pula melakukan koordinasi dan konfirmasi kepada Bapak Widiasmoro Ibnu, selaku Kepala Area Manager PT Pegadaian (persero) wilayah Kalimantan Barat di Pontianak, terkait pelaporan Hasil Bea Lelang yang telah dilaksanakan dan disetorkan ke Kas Negara oleh unit kerja PT Pegadaian (persero) di wilayah Kalimantan Barat.

Dalam pelaksanaan koordinasi dengan Manager Area PT. Pegadaian (persero) wilayah Kalimantan Barat, Bapak Widiasmoro telah menyampaikan adanya beberapa kendala dalam pelaksanaan penyetoran Hasil Bea Lelang Pegadaian, terutama terkait permasalahan up-dating Mata Anggaran Penerimaan (MAP) yang baru saat penyetoran pada Bank Persepsi.

Berdasarkan hasil rekapitulasi yang dilakukan Bidang Lelang Kanwil DJKN Kalbar telah diperoleh Capaian Hasil Bea Lelang dari PT Pegadaian (persero) di Wilayah Kerja Kalimantan Barat, yaitu untuk Capaian wilayah kerja KPKNL Pontianak sebesar Rp. 661 juta lebih, sedangkan untuk Capaian wilayah kerja KPKNL Singkawang sebesar Rp. 168 juta lebih.
  
Pada pertemuan dalam rangka Koordinasi, Bapak Benzani selaku Pimpinan Wilayah PT. Pegadaian (persero) Wilayah V Kalimantan di Balikpapan, menyampaikan apresiasi terhadap Kanwil DJKN Kalimantan Barat atas kunjungan pelaksanaan koordinasi yang dilakukan Bapak Widya Sananda selaku Kepala Bidang Lelang yang mewakili Kepala Kanwil DJKN Kalimanatan Barat, sehingga beberapa permasalahan terkait laporan realisasi Hasil Bea Lelang PT. Pegadaian (persero) dalam wilayah kerja Kalimantan Barat dapat segera dilakukan persamaan data dan persepsi yang sama guna tercipta penatausahaan yang lebih baik lagi.

“Pelaksanaan Koordinasi ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh DJKN dalam wilayah kerja PT. Pegadaian (persero) Wilayah V Kalimantan di Balikpapan pada Tahun 2013 ini”, demikian dikatakan Bapak Benzani, yang baru beberapa bulan menduduki jabatan Pimpinan Wilayah PT. Pegadaian (persero) Wilayah V Kalimantan.

Pada akhir pertemuan telah disepakati agar hasil pertemuan koordinasi ini akan segera dilakukan tindaklanjut termasuk pelaksanaan penatausahaan laporan dan penyetoran Hasil Bea Lelang PT. Pegadaian (persero) di Wilayah Kerja Kalimantan Barat dengan menggunakan MAP baru, antara PT. Pegadaian (persero) dengan Kanwil DJKN Kalimantan Barat.    ****


WiNanda-2013

Kamis, 21 November 2013

SEMARAK PUNCAK ACARA HUT DJKN KE-7 DI KANWIL KALBAR

FAMILY GAMES PADA ACARA HUT DJKN KE-7 DI PONTIANAK

Minggu pagi 17 November 2013, merupakan hari yang mempunyai kesan tersendiri bagi seluruh staf DJKN di lingkungan Kanwil Kalimantan Barat, kegiatan Puncak Acara HUT DJKN ke-7 terasa kemeriahannya dengan berbagai acara dan atraksi yang ditampilkan bukan hanya oleh pegawai saja tetapi juga keluarga dan anak-anak turut menikmati keceriaan acara hari itu.
Setelah lelah melakukan senam dan ber-Goyang Caesar seluruh staf dan keluarga di lingkungan Kanwil DJKN Kalbar, berpindah tempat ke arena basemant, dimana telah tersedia hidangan lontong sayur dan makanan sehat jagung, pisang dan kacang rebus untuk disantap seluruh peserta, sambil menunggu acara lomba “family games” dan juga Sosialisasi Nilai-Nilai dan Budaya Kementerian Keuangan yang disampaikan oleh Bapak Samsuddin Kepala KPKNL Pontianak.


Sebelum acara Sosialisasi, diadakan terlebih dahulu acara pemotongan nasi tumpeng sebagai tanda bersykur kepada Yang Maha Pencipta atas karuniaNya telah memberikan kekuatan dalam melaksanakan tugas negara kepada organisasi DJKN yang berulang tahun ke-7 dan sekaligus sebagai acara simbolis pendelegasian perjalanan waktu untuk berkarya bagi organisasi DJKN kepada para pegawai usia muda untuk tetap melanjutkan karya bhakti terbaik bagi perjalanan organisasi DJKN nantinya.

Selanjutnya penyampaian Sosialisasi Nilai-Nilai dan Budaya Kementerian Keuangan, merupakan acara yang bertujuan agar para staf DJKN di lingkungan Kanwil Kalbar dapat lebih menghayati pentingnya perilaku dalam meningkatkan kinerja organisasi DJKN, sekaligus untuk memberikan informasi kepada keluarga Kemekeu/DJKN Kalbar bagaimana sikap para staf DJKN terhadap pelaksanaan tugas kantor mereka terhadap organisasi DJKN, sehingga perilaku inipun akan dapat diterapkan didalam keluarga masing-masing tentunya tidaklah sama persis, namun setidaknya memperoleh gambaran mengenai perilaku keluarga mereka di kantor masing-masing.

Bapak Samsuddin dengan sikapnya yang familiar telah memberikan gambaran terkait Nilai-Nilai dan Budaya Organisasi Kemenkeu, dalam penyampaiannya diselingi dengan melakukan tanya-jawab kepada peserta yang dapat menjelaskan secara singkat terkait implementasi Nilai-Nilai dan Budaya Kemenkeu, bahkan beliaupun bersedia memberikan hadiah langsung untuk yang dapat memberikan jawaban dengan benar.

Pada akhir sosialisasi Bapak Samsuddin, telah pula mencontohkan bagaimana Nilai-Nilai Kemenkeu diterapkan pada suatu permainan “team-work game” yang diperankan oleh beberapa peserta, sehingga acara sosialisasi ini terasa lebih segar dan bisa menarik perhatian peserta kegiatan hari itu.

Sebelum acara lomba “family games” yaitu perlombaan makan kerupuk, membawa kelereng dan memasukan pinsil dalam botol, Bapak Anugrah Komara mulai mengumumkan Nomor undian “doorpize” peserta yang telah dibagikan sebelum acara senam sehat. Ini merupakan salah satu acara yang favorit yang ditunggu bagi peserta keluarga terutama anak-anak, siapa yang tahu keberuntungan akan mendapat dan membawa pulang hadiah sebagai oleh-oleh HUT DJKN ke-7 selain dari lomba tentunya.

Perlombaan Makan Kerupuk mulai dilaksanakan, keceriaan anak-ibu dan bapak semakin terasa, karena perlombaan ini selain diikuti oleh anak-anak juga dewasapun ikut, bahkan pejabat eselon-pun ikut, tentunya bukan hadiah yang dicari tetapi keceriaan dan kebersamaan yang dilakukan akan mencerminkan Nilai-Nilai dan Budaya Kemenkeu.

Integritas kejujuran lomba perlu ditunjukan, Profesionalisme cara melakukan dengan strategi agar bisa meraih yang pertama, sinergi terutama peserta yang berkeluarga ditunjukan dengan memberikan semangat dan bahkan ada peserta yang membawa istri saat ikut lomba dan sang istri sempat membersihkan peluh didahinya, sehingga pelayanan dan kesempurnaan lomba bisa tampak oleh keluarga besar DJKN Kalbar...

Acara dilanjutnya dengan lomba pasangan memasukkan pinsil kedalam botol, peraturannya para peserta lomba akan mendapat instruksi dari pasangannya untuk bisa mengarahkan pinsil kedalam tutup botol, sehingga kerjasama antara peserta lomba dan pasangannya sangat menentukan arah pinsil tentunya, karena ramainya maka suara intruksi pasangan-pun berbaur dengan pasangan lainnya, ditambah lagi penonton juga memberikan semangat entah kepada siapa yang penting adalah meriah.... kata penonton dari unit kerja Singkawang.

Saat lomba berlangsung suara penyanyi dadakan terdengar kelompok penyanyi Kanwil Kalbar dengan lagu dangdut jawani, Bapak Anugrah dengan lagu pop, bahkan keluarga Parwoto, anak-istri dan Bapak yang sukses bernyanyi di acara HUT Keuangan ke-67 yang lalu, turut menyumbangkan lagunya sampai Ketua I Panitia Acara ini Bapak Prastowo mengingatkan bahwa masih ada acara lainnya. Memang suara penyanyi tersebut kadang mengganggu konsentrasi penonton tentunya, apalagi saat dinyanyikan lagu berirama dangdut, goyang jogedpun mulai dan sebagian penonton lomba mulai terjangkit virus joged, maklum acara terakhir adalah lomba joged...

Sebelum acara puncak “Joged Stop Joged” ada acara family games lainnya, yaitu lomba membawa kelereng dengan pipa pralon, dimana peserta harus berpasangan, boleh berpasangan dengan anak, isteri, suami atau dengan pacar dan rekan kerja tetapi hanya untuk permainan ini saja, demikian instruksi dari Pak Salya koordinator lomba yang cukup galak tapi tegas, bahkan salah seorang Kepala Bidang-pun perlu diberi peringatan karena terlalu lama memegang pralonnya untu uji coba, sebab peserta lain menunggu giliran, “maklum Bapak Salya ini Kepala Seksi Kepatuhan Internal Kanwil Kalbar jadi harus punya tampang galak dikit”, kata peserta...

Perlombaan Kelereng dengan pralon ini juga termasuk heboh, karena pesertanya bukan hanya yang terdaftar di panitia tapi dari penontonpun ikut masuk dalam lomba, komentarnya karena lombanya asyik bisa memandang pasangan lomba... maklum terdapat peserta lomba yang masih single.
Hal ini akhirnya membuat Bapak Salya kewalahan ditolak susah diterima sebagai peserta tapi belum terdaftar, karena ini acara untuk memeriahkan HUT DJKN ke-7 maka semuanya dibolehkan dengan syarat pasangannya harus diletahui oleh umum dan penonton....

Setelah beberapa lomba berakhir, para peserta kegiatan HUT DJKN ke-7 di Kalbar dipersilahkan panitia untuk menikmati hidangan makan siang, karena antusias dan banyaknya peserta bahkan ada seorang peserta yang khawatir kehabisan lauk makanan, telah mengambil terlebih dahulu ikan dan ayam gorengnya baru setelah itu mengantri mengambil nasinya, tapi setelah itu ternyata hidangan yang disediakan oleh Kanwil DJKN Kalbar masih banyak lagi yang belum diletakkan di meja prasmanan, bahkan sampai seluruh peserta mengambil makan siangnya, masih terdapat makanan yang nantinya menjadi “hadiah dibungkus” bagi para panitia kerja urusan konsumsi tentunya.

“Acaranya meriah dan makanannya banyak lagi, belum lagi hadiah yang belum dibagikan dan bisa lebih hebat lagi bila kita bisa membawa pulang hadiahnya....”, kata seorang ibu yang suaminya salah satu staf di lingkungan Kanwil DJKN Kalbar sambil tersenyum kepada ibu-ibu yang didekatnya dan langsung dijawab, “ya iyalah...!!!”.

Setelah rehat dan makan siang, peserta masih berkumpul di arena Basemant Gedung Kanwil DJKN Kalbar, untuk mengikuti acara lanjutan tertama pembagian “doorprize” yang masih belum terbagi juga pemberian hadiah bagi pemenang lomba HUT DJKN ke-7 yang akan diumumkan oleh pantia penyelenggara.


Puncak acara lomba adalah “Joged Stop Joged” dan untuk memeriahkan acaranya panitia mengumumkan kepada Bapak Anugrah Komara Kepala Kanwil Kalbar, Bapak Samsuddin Kepala KPKNL Pontianak, Bapak Sujarwo Kepala KPKNL Singkawang, Kepala Bagian Umum dan Para kepala Bidang lainnya untuk terjun ke arena Joged, sebagai pembuka acara sekaligus memulai lomba “J-S-J”. Acarapun semakin meriah dengan dipertontonkannya bermacam gaya joged dari para eksekutif Kanwil Kalbar ini, ada gaya tarian, gaya jempol dan sudah tentu gaya luwes dari Kepala Bagian Umum Kanwil yang tetap menjadi perhatian penonton terutama anak-anak yang turut mengikuti gerak Bapak Guntur ini.

Acara dilanjutkan dengan joged para peserta lainnya, karena banyaknya peminat maka panitia membuka seluasnya peserta joged hanya dengan syarat maju dan tampil di arena mengikuti irama lagu, stop joged bila musik berhenti. Acara ini sudah tentu membuat suasana semakin heboh karena ibu-ibu Dharmawanita Kanwil DJKN Kalbar ikut sebagai peserta, berbaur dengan Bapak-Bapak dan anak muda yang hadir pada acara HUT DJKN ke-7 ini.

Tampak beberapa peserta menampilkan joged yang luwes termasuk beberapa ibu Dharmawanita yang sepertinya sudah terbiasa berjoged-ria, akhirnya penampilan joged yang cukup memakan waktu ini terhenti karena kelelahan dan juga waktu telah mendekati jam 14.00 siang, karena masih ada lagi acara pembagian hadiah dan pengumuman pemenang joged yang ditentukan secara voting oleh hadirin yang ada, hal ini merupakan bentuk transparansi penilaian lomba.
Panitia langsung mengumumkan pemenang dari lomba “Joged Stop Joged” yaitu Bapak Guntur Sumitro dengan perolehan 34 suara, Ibu Casrudin pemenang kedua dengan 24 suara dan Bapak Sugeng Aprito dengan 16 suara.
Disaat pengumuman tersebut, Bapak Widya Sananda mengusulkan kepada panitia agar ada juara harapan, mungkin karena saat perhitungan suara memperoleh suara 10 suara yaitu di nomor 4 suara terbanyak, tapi panitia menyatakan bahwa hadiahnya hanya ada 3, maka Juara Harapan diubah menjadi Harapan Juara saja, yaitu yang akan membagikan hadiah yang diharapkan oleh para juara....

Akhir acara adalah penyerahan hadiah dan piala bagi para pemenang lomba catur, gaple dan tenis meja yang telah berlangsung pada beberapa hari sebelumnya, juga penyerahan piala bergilir Kepala Kanwil DJKN Kalbar untuk diberikan dan disimpan kepada pemenang lomba olahraga HUT DJKN ke-7 yaitu Tim Unit Kerja Kanwil Kalbar dan akan dipertandingkan lagi pada acara HUT DJKN yang akan datang.

Kebersamaan adalah indah bila diiringi oleh Ketulusan dalam bertindak.
Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, tingkatkan terus kebersamaan untuk mencapai kesempurnaan kerja, Selamat Hari Ulang Tahun ke-7 DJKN, ... Jayalah DJKN......


”Coming together is a beginning; keeping together is progress; working together is success”. (Henry Ford)

Author: WN19112013