Sabtu, 22 Februari 2014

MASJID ATTAQWA BALIKPAPAN, KEIKHLASAN PENGELOLA


tampak Depan Masjid
Dalam kunjungan ke kota Balikpapan akhir November 2013, Bapak Widya Sananda sempat mengunjungi Masjid Agung At-Taqwa Balikpapan di Jalan Jenderal Sudirman yang letaknya sejajar dengan Taman Bekupai kota Balikpapan.

Setelah shalat ashar penulis telah berjumpa dan berdialog dengan beberapa pengurus masjid, adanya penjelasan yang penuh historis tentang keberadaan masjid dan pengelolaannya dengan kondisi saat itu patut kiranya diberikan apresiasi terhadap Para Pengurus masjid tersebut.


Masjid At-Taqwa Balikpapan yang awalnya didirikan ditepi pantai yang sekarang dikenal “Pasar Klandasan Ulu” Kecamatan Balikpapan Kota, dibangun pada tahun 1940an merupakan suatu tempat ibadah muslim di kota Balikpapan.

Pendiri awal masjid At-Taqwa merupakan beberapa masyarakat yang beragama Islam yang tinggal di sekitar kota Balikpapan, antara lain Habib Ghasim Bahasim, Habib Ali Assegaf, H. Abdul Malik, H. Kiai Kintang, H. Bahrum, H. Abdul Ghani, H. Abdul Ramli, H. Sulaiman, H. Asnawi Arbain, H. Tharmiji Abbas, H. Abdul Hasan dan lainnya, sebagaimana yang ditulis oleh pengurus masjid saat berjumpa dengan penulis. Namun pada waktu perang dunia ke-2 (1946) masjid sempat dibom tentara sekutu dan bangunannyapun luluh lantak .

Akibat porak-porandanya bangunan masjid tersebut, maka dengan inisiatif masyarakat kota Balikpapan pada tahun 1950 dibangun kembali bangunan masjid, namun untuk menghindari terjadinya abrasi pantai lokasinya dipindahkan ke wilayah daratan sebelah utara yang jaraknya beberapa ratus meter didepannya, sebagaimana letaknya seperti sekarang ini dengan nama Masjid Jami At-Taqwa Balikpapan.

Pada tahun 1970an dan tahun 1990 Masjid At-Taqwa dilakukan renovasi sehingga semula bernama Masjid Jami berubah menjadi Masjid Agung At-Taqwa Balikpapan. Selanjutnya dengan upaya pengurus masjid membentuk Panitia Pembangunan Masjid pada tahun 2004 dengan pimpinan H.M. Roem Arbain, H. Amirullah Usman, H. Muhammad Idrus, H.M. Yususf Sabran dan lainnya, telah mendirikan bangunan  masjid yang megah dengan area bangunan yang diperluas dan dipercantik seperti yang tampak megah berdiri saat ini.

Disaat penulis melaksanakan ibadah sholat dzuhur dan ashar di Masjid yang megah ini, terasa kenikmatan kenyamanan melakukan ibadah didalam masjid, dikarenakan luas masjid dan interior yang megah, diiringi dengan disain bangunan yang memberikan ruang udara yang baik melalui ventilasi jendela yang besar, terasa ingin berlama-lama berada didalam ruang masjid ini, tanpa terasa pelaksanaan ibadahpun semakin khusyu. SubhanAllah wa bi hamdi.
“Barang siapa membangun masjid untuk Allah karena mengharap ridhaNya, maka Allah akan membangunkan untuknya bangunan seperti masjid yang dibangun di syurga.” (H.R. Ahmad)

Kemegahan Masjid Agung At-Taqwa akan tampak bila berjalan menyusuri jalan Jenderal Sudirman kota Balikpapan, dengan luas masjid sekitar 5.268 m2 yang terdiri dari 3 lantai bangunan serta adanya selasar yang cukup luas, sehingga dapat menampung sekitar 3.800 jamaah lebih. Adanya halaman penunjang dan taman yang cukup asri, disertai adanya beberapa bangunan penunjang seperti lapangan parkir yang luas, ruang sekretariat dan beberapa bangunan tempat aktifitas pendidikan dan pembelajaran, telah memberikan kesan tersendiri dan menjadikan penulis kagum akan masjid ini.

Pengurus Masjid At-Taqwa Kota Balikpapan silih berganti, untuk periode 2012 - 2015 Pengurus Masjid adalah H. Suwandi, H. Syahrani, H. Ramli Abbas dan lainnya. "Saat ini pengurus mempunyai suatu rencana kerja untuk lebih meningkatkan kualitas ibadah melalui pemeliharaan dan perbaikan beberapa tempat agar Masjid At-Taqwa semakin indah dan nyaman bagi pengunjung yang akan melaksanakan ibadah di masjid ini", demikian dikatakan salah seorang pengurus masjid kepada penulis.

Saat mengelilingi area masjid, penulis semakin kagum terhadap rancangan dan tata kelola pengurus masjid, banyak hal yang membuat penulis perlu memberikan apresiasi terhadap Pengelola Masjid Agung At-taqwa Balikpapan ini, terutama adalah dengan dibangunnya beberapa lembaga pendidikan terutama TK TPA yang letaknya dibelakang mimbar masjid, telah membuat penulis terkagum dan terharu, di lembaga pendidikan ini siswa diajarkan bagaimana bisa membaca dan memahami Al-Qur’an yang dibimbing oleh beberapa orang Guru yang kami lihat penuh dengan keikhlasan dan kesabaran.

Keharuan semakin terasa saat penulis berbincang dengan beberapa Guru pembimbing TK TPA Masjid At-Taqwa ini, dengan dedikasi tinggi mereka telah membimbing siswa dengan sabar dan penuh keilkhlasan, setiap siswa yang belajar hanya dikenai dana bimbingan sebesar Rp. 50.000,- persiswa setiap bulan bahkan sebagian dibebaskan dari biaya karena dari keluarga tidak mampu, dengan jumlah siswa yang ada berbanding jumlah pembimbing honorarium yang mereka terima tidaklah sebanding dengan pengabdian mereka. Namun dari peninjauan penulis sebagian siswa adalah terdiri dari keluarga mampu yang diantar jemput dengan kendaraan mobil, namun pengelola TK TPA tetap memberikan bimbingan yang sama.


Penulis dapat merasakan betapa besar pengabdian dari pembimbing TK TPA ini, bila dibandingkan dengan pembimbing yang sama di Jakarta pada beberapa sekolah yang penulis ketahui, sangatlah berbeda tingkat pengabdian yang mereka lakukan, terutama bila dikaitkan dengan honorarium yang diperoleh. Bahkan prestasi dari TK TPA Masjid At-Taqwa ini tidaklah kalah dari TPA yang ada di kota besar lainnya, yaitu pernah menjadi juara umum lomba baca Al-Qur’an tingkat SD-TPA se Balikpapan Tahun 2011.

Allah Maha Besar, Maha Pengasih dan Maha Penyayang, saat berdialog dengan salah satu pembimbing penulis sempat menitikkan air mata, dikatakan bahwa terdapat Pembimbing yang baru saja pulang pergi haji ke Mekkah dengan menggunakan ONH Plus dan dibiayai sepenuhnya oleh orangtua siswa yang dibimbingnya, sedangkan biaya ONH Plus yang penulis ketahui adalah sekitar U$ 8500 dan bila dikalikan dengan nilai rupiah hampir mendekati angka Rp. 100 juta. SubhanaAllah.  
“Fabiayyi ‘ala i Rabbikuma tukadziban...”

Tak terbayangkan seorang yang sederhana namun dengan keikhlasan dan hanya mengharap ridho Allah dalam memberikan bimbingan membaca Al-Qur’an, telah diberikan anugerah Illahi dapat berkunjung ke Mekkah Rumah Allah dengan perjalanan yang istimewa dan tidak mengeluarkan biaya apapun, inilah rahmat Allah Yang Maha Pemurah yang telah membuat penulis terharu terhadap bentuk keikhlasan dan kemurahan hati orangtua siswa TK TPA.
Semoga Allah Yang Maha Kuasa melimpahkan rezeki yang berlimpah kepada orangtua yang telah memberikan sebagian rezekinya untuk memberangkatkan haji Pembimbing tersebut.

Saat berdialog dengan rasa keharuan, dikatakan oleh pembimbing tersebut bahwa ini merupakan suatu kejadian ini tidak akan pernah terpikirkan olehnya, para pembimbing disini bekerja semata-mata keikhlasan dan memohon ridha Allah, mereka tidak terpikirkan untuk mendapatkan imbalan lainnya kecuali apa yang mereka peroleh dari pengelola,  prinsip mereka apabila memang dalam perjalanan pemberian bimbingan terdapat pembimbing yang merasa tidak tercukupi dari honorarium yang diterima dipersilahkan untuk mencari di luar kegiatan yang ada.
Namun Allah Yang Maha SegalaNya telah memberikan karuniaNya kepada yang dipilihNya terhadap siapa saja yang mempunyai keikhlasan dalam membimbing untuk menjadikan dapat membaca Al-Qur’an akan diberikan suatu kenikmatan baik di dunia maupun di Akhirat, Janji Allah adalah Pasti.
“Innaka la tukhliful mi’ad”.

Dalam lingkungan Masjid Agung At-Taqwa Balikpapan juga terdapat makam pendiri pertama masjid tampak ter-urus dengan asri, letaknya berdekatan dengan Gedung TK-TPA. Disebelah kiri makam saat penulis berjalan tampak adanya garasi mobil jenazah yang bisa digunakan oleh keluarga jamaah masjid tanpa biaya apapun. Pada bagian depan masjid disamping sebelah kiri terdapat bangunan dua lantai yang diperuntukan kegiatan pendidikan Madrasah Diniyyah Plus pada lantai atas, yang sebagian siswanya adalah dari keluarga kurang mampu sehingga dibebaskan dari biaya, sedangkan pada lantai bawah diperuntukan ruang Pos Kesehatan, sebagai kegiatan amal membantu kesehatan masyarakat dan jamaah masjid.

Pengurus Masjid juga menjelaskan pada bangunan masjid di bagian basemant terdapat ruangan yang luas yang bisa digunakan untuk kegiatan yang bersifat ibadah, seperti pengajian ataupun ceramah keagamaan, bahkan untuk acara akad nikah bisa dilakukan namun untuk kegiatan resepsi pernikahan sampai saat penulis berdialog tidak boleh dilakukan, dikarenakan hal tersebut bisa merubah tujuan dari pengelolaan masjid yang sifatnya ibadah, dikatakan oleh salah seorang Pengurus Masjid.

SubhanaAllah alangkah mulia pengelola masjid dalam hati penulis, disaat kondisi ini masih terdapat pengurus masjid yang bertahan dengan fungsi masjid sebenarnya, karena penulis melihat pada beberapa pengurus masjid saat ini terdapat yang berkeinginan membangun suatu ruang besar di area masjid yang bisa digunakan juga untuk acara resepsi..
Semoga Allah Yang Maha ‘Adzim memberikan hidayahNya pahala yang berlimpah kepada Pengurus masjid Agung At-taqwa Balikpapan.

Dengan keindahan seni ukir dan ornamen yang terdapat pada bangunan Masjid Agung At-Taqwa Balikpapan telah memberikan kesan tersendiri bagi pengunjung masjid yang akan melakukan ibadah.
Semoga perjalanan mengunjungi masjid yang terletak di jalan Jenderal Sudirman Balikpapan, bersebelahan dengan gedung BRI Balikpapan dan persis berhadapan dengan “Pasar Klandasan” yang mempunyai pemandangan laut kota Balikpapan yang indah, dapat menjadikan suatu literatur bagi pembaca yang beragama Islam untuk bisa berkunjung kesana.

“Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari akhirat, serta tetap menunaikan shalat, mengeluarkan zakat dan tidak takut kepada siapapun selain kepada Allah, maka merelah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Al Quran, Attaubah:18)



MASJID AGUNG AT-TAQWA, KOTA BALIKPAPAN


WiNanda-0214

1 komentar: